Tata Tertib Siswa

TATA TERTIB

SISWA SMA NEGERI 3 WONOGIRI

 

I.        DASAR HUKUM

1.       Instruksi Mendikbud N0 : 14/U/1974 Tgl. 1 Mei 1974.

2.       Edaran Dirjen Dikdasmen N0: 7919/C/T.80 tgl. 4 Desember 1980.

3.       Kep.Dirjen Dikdasmen N0 : 158/C/Kep/T.81.

4.       Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Sekolah.

5.       SK.Kepala SMU Negeri 3 Wonogiri N0 : 390/I03.32./SMU.06/KM.99   tanggal : 19 Juli 1999 tentang Tata Tertib.

 

II.     KEWAJIBAN DAN HAK SISWA

Setiap siswa wajib menaati dan melaksanakan Tata Tertib Sekolah.

1.       KEWAJIBAN SISWA

1.1.       Setiap siswa berlaku sopan baik dalam tutur kata maupun tingkah laku dilingkungan sekolah dan di luar sekolah.

1.2.       Setiap siswa berusaha menciptakan masyarakat belajar di sekolah.

1.3.       Setiap siswa memakai seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku :

Kelas X                :  Senin  –  Selasa berpakaian OSIS  berdasi

                              Rabu   –  Kamis berpakaian identitas SMA  berdasi

                             Jum’at –  Sabtu berpakaian Pramuka

Kelas XI & XII     : Senin   –  Selasa berpakaian OSIS  berdasi

                               Rabu   –  Sabtu berpakaian identitas SMA berdasi

Catatan :

Ikat pinggang hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih (kecuali Pramuka kaos kaki hitam ).

1.4.       Siswa hadir di sekolah selambat – lambatnya 10 menit sebelum jam pertama dimulai.

1.5.       Siswa yang terlambat masuk saat pelajaran telah dimulai harus melapor kepada Guru BK/Piket untuk mendapatkan surat ijin mengikuti pelajaran.

1.6.       Siswa yang membawa sepeda motor wajib melengkapi surat – surat kendaraan             ( STNK, SIM, Helm ) serta meletakkan kendaraan di tempat parkir yang tersedia.

1.7.       Setiap siswa berdo’a menurut cara dan keyakinan masing – masing pada awal dan akhir jam pelajaran dengan bimbingan guru.

1.8.       Setiap siswa yang berhalangan mengikuti pelajaran diwajibkan menunjukkan surat keterangan yang sah, yaitu :

a.       Surat dari orang tua / wali.

b.       Surat keterangan dokter atau instansi kesehatan setempat, untuk yang sakit lebih dari dua hari.

1.9.       Siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran selama beberapa hari karena sesuatu hal , orang tua / wali wajib mengajukan permohonan untuk tidak mengikuti pelajaran kepada Kepala Sekolah.

1.10.    Selama jam pelajaran berlangsung, siswa harus berada dalam kelas.

1.11.    Siswa yang akan meninggalkan sekolah pada jam – jam belajar harus meminta ijin kepada guru yang mengajar dan guru BK / Piket.

1.12.    Setiap siswa wajib mengikuti upacara sekolah dan upacara hari – hari besar nasional di sekolah ataupun di luar sekolah bagi siswa yang ditunjuk oleh sekolah.

1.13.    Setiap siswa kelas sepuluh dan kelas sebelas wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, minimal satu jenis kegiatan pilihan yang diprogramkan oleh sekolah.

1.14.    Setiap siswa wajib memelihara dan menjaga 7 K di sekolah, yaitu : keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesehatan dan kerindangan sekolah.

1.15.    Setiap siswa menjaga kebersihan ruang kelas , lingkungan sekolah, serta kerapian meubeler yang ada.

1.16.    Setiap siswa ikut serta menjaga sarana dan prasarana sekolah dengan baik.

1.17.    Pembayaran uang sekolah harus sudah dilunasi selambat – lambatnya tanggal 10          ( sepuluh ) setiap bulan.

 

2.       KHUSUS TATA TERTIB MENGIKUTI PELAJARAN PRAKTEK OLAH RAGA

2.1.       Mengikuti pelajaran praktek olah raga harus memakai pakaian seragam olah raga.

2.2.       Pakaian praktek olah raga bagian atas kaos beridentitas SMA Negeri 3 Wonogiri dan celana olah raga sesuai ketentuan seragam.

2.3.       Bagi siswa yang karena keyakinannya , pada saat praktek olah raga dapat menggunakan jilbab.

2.4.       Siswa wajib mengikuti praktek olah raga sampai dengan selesai.

2.5.       Ganti pakaian olah raga : untuk putri di ruang ganti dan untuk putra dapat ganti di ruang kelas.

2.6.       Bila karena sesuatu hal siswa tidak dapat mengikuti praktek olah raga wajib melapor kepada guru olah raga.

2.7.       Saat praktek olah raga barang berharga / uang dititipkan di kantor Tata Usaha atau pada guru olah raga untuk menghindari kehilangan.

2.8.       Bagi siswa yang sedang sakit dilarang mengikuti praktek olah raga dengan melapor kepada guru olah raga.

 

3.       KHUSUS  TATA TERTIB UPACARA BENDERA

3.1.       Petugas Upacara

3.1.1.        Siswa wajib menjadi petugas upacara.

3.1.2.        Petugas upacara wajib latihan upacara, minimal 2 kali dan dilaksanakan setelah jam pelajaran usai dibawah bimbingan pengurus OSIS, Guru Pembina, dan Wali Kelas.

3.1.3.        Lima belas menit sebelum upacara dimulai, petugas upacara harus siap dilapangan upacara dan mempersiapkan perlengkapan upacara.

3.1.4.        Wajib  mengggunakan seragam paskibra yang telah disiapkan oleh sekolah.

3.1.5.        Siswa yang terlambat dan seragam tidak tertib akan diberikan DPS dan pembinaan dari OSIS dan Guru Pembina.

3.1.6.    Melaksanakan upacara dengan tertib, khidmad, disiplin, dan bertanggung jawab.

3.1.7.        Setelah upacara selesai, petugas upacara wajib mengembalikan perlengkapan upacara termasuk seragam paskibra.

3.1.8.        Apabila petugas upacara dianggap gagal dalam tugasnya, maka harus mengulang pada upacara periode berikutnya, dan diberi pembinaan oleh Pengurus OSIS dan Guru Pembina.

3.2.       Peserta Upacara

3.2.1.        Siap di lapangan upacara setelah bel dibunyikan dan membentuk barisan di bawah koordinasi ketua kelas.

3.2.2.        Menandatangani daftar hadir sebelum upacara dimulai.

3.2.3.        Menggunakan seragam lengkap.

3.2.4.        Mengikuti upacara dengan tertib , khidmad, disiplin dan tanggung jawab.

3.2.5.        Bagi siswa yang tidak ikut upacara, terlambat, seragam tidak tertib akan dikenakan DPS dan tindakan pembinaan dari OSIS dan Guru Pembina.

3.3.       Pengurus OSIS , Petugas PKS, PMR, PAMSEK.

3.3.1.        Pengurus OSIS : menjadi pengatur upacara dan bertanggungjawab atas kelancaran jalannya upacara.

3.3.2.        PKS : mengatur kelancaran lalu lintas, pengamanan di lingkungan sekolah, dan mengawasi siswa yang terlambat.

3.3.3.        PMR : membantu peserta upacara yang sakit dan memberikan pertolongan pertama.

3.3.4.        PAMSEK :

–          Menjaga keamanan , ketertiban, dan stabilitas dilingkungan sekolah.

–          Mengawasi dan mengambil tindakan kepada siswa yang terlambat / tidak tertib dalam mengikuti upacara.

 

4.   HAK SISWA

4.1.       Mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah.

4.2.       Diperbolehkan menggunakan sarana pendidikan yang ada di sekolah dalam rangka proses belajar mengajar.

4.3.       Mengajukan usul / saran untuk kemajuan sekolah melalui OSIS / Wali Kelas / Guru BK / Kepala Sekolah.

4.4.       Mengembangkan bakat berorganisasi melalui OSIS.

4.5.       Mendapatkan perlakuan yang sama.

 

III.   LARANGAN DAN PENGHARGAAN.

1.       LARANGAN BAGI SISWA

1.1.       Merokok di lingkungan sekolah

1.2.       Berjudi, mencuri atau menggelapkan barang atau uang di lingkungan sekolah

1.3.       Membawa / menyimpan / menggunakan / mengedarkan : rokok, minuman keras obat – obat terlarang, buku – buku dan media lain yang tergolong porno dan terlarang.

1.4.       Membawa senjata tajam, senjata api, dan alat – alat lain yang membahayakan.

1.5.       Mengemudikan mobil masuk halaman sekolah pada jam – jam belajar.

1.6.       Membuat kegaduhan dan melakukan kegiatan yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.

1.7.       Menerima tamu selama jam pelajaran berlangsung tanpa ijin Guru BK / Piket.

1.8.       Meninggalkan jam – jam pelajaran tanpa ijin Kepala Sekolah / Guru BK / Piket.

1.9.       Berambut panjang melebihi mata,daun telinga, krah kemeja  bagi siswa putra.

1.10.    Melawan / menentang Guru dengan cara apapun.

1.11.    Merusak sarana pendidikan dan mengotori dinding sekolah dengan cara apapun.

1.12.    Berpakaian tidak pantas dan berdandan berlebihan.

1.13.    Kawin / menikah selama menjadi siswa.

1.14.    Merusak  dan mencemarkan nama baik sekolah.

1.15.    Mengaktifkan Hand  Phone ( HP ) pada jam – jam pelajaran.

1.16.    Membawa HP Kamera.

1.17.    Ukuran celana bagian bawah < 20 cm dan / > 24 cm bagi siswa putra.

 

2.       PENGHARGAAN BAGI SISWA

Kepada siswa / kelompok siswa yang berprestasi dan menaati serta mematuhi tata tertib dan disiplin dapat diberi penghargaan berupa : pujian, piagam, surat keterangan atau dalam bentuk lain.

 

IV.   SANKSI DAN KRITERIA SANKSI

Siswa yang melanggar tata tertib diberikan Sanksi berupa angka DPS ( Diskredit Pelanggaran Siswa ) yang berlaku selama satu tahun dan Sanksi lain yang ditentukan sekolah.

 

*)   Pengertian DPS adalah angka komulatif yang bersifat negatif yang diperoleh

  siswa karena pelanggaran tata tertib yang dilakukan dalam kurun waktu

  satu  tahun.

 

Kriteria pelanggaran sebagai berikut :

 

PELANGGARAN RINGAN

N0

JENIS PELANGGARAN

ANGKA DPS

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Tidak mengikuti KBM satu hari tanpa ijin

Terlambat mengikuti KBM

Tidak mengikuti KBM pada mata pelajaran tertentu tanpa ijin

Terlambat mengikuti upacara

Tidak mengikuti upacara tanpa ijin

Tidak tertib dalam berseragam sekolah, al :

6.1. Tidak menggunakan lokasi dengan benar.

6.2. Tidak menggunakan kaos kaki putih.

6.3. Baju tidak dimasukkan.

6.4. Tidak mengenakan sepatu hitam.

6.5. Tidak memakai ikat pinggang sesuai ketentuan.

6.6. Tidak mengenakan seragam dengan warna yang benar.

6.7. Tidak mengenakan topi SMAN 3 Wonogiri saat upacara.

6.8. Tidak berseragam pramuka ( bagi kelas X ) berserta

atributnya pada hari Jum’at dan Sabtu.

6.9. Tidak menggunakan nama dada bagi kelas X dan XI.

6.10. Tidak menggunakan dasi

6.11. Tidak menggunakan  dasi secara benar.

Tidak menggunakan pakaian seragam olah raga sesuai dengan ketentuan.

Tidak berada di lokasi sekolah, pada saat jam – jam pelajaran termasuk pelajaran agama non Islam kecuali Olah Raga.

Meninggalkan buku pelajaran di dalam kelas setelah sekolah usai.

Istirahat di UKS tanpa ijin.

Melanggar sopan santun ( tata krama ).

Rambut tetap panjang setelah diperingatkan satu ( 1 ) kali, disamping dikenai sanksi berupa DPS juga dapat ditindak (dipotong) langsung ditempat.

Mengaktifkan handphone di dalam ruang kelas

Tidak Melakukan presensi di anjungan.

Terlambat melakukan presensi di Anjungan.

Menitipkan ID Card untuk presensi di Anjungan tetapi masuk sekolah.

4

1

1

2

4

1

1

1

1

1

1

1

1

1

3

2

2

1

1

1

3

2

1

1

1

1

PELANGGARAN SEDANG

N0

JENIS PELANGGARAN

ANGKA DPS

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Memakai anting – anting, kalung, gelang, tindik hidung bagi siswa putra.

Memakai anting lebih dari satu, tindik hidung bagi siswa putri.

Merokok di lingkungan sekolah.

Mewarnai rambut.

Meletakkan kendaraan tidak di tempat  yang telah disediakan.

Mengoperasikan handphone di dalam ruang kelas saat KBM

Merokok di sekolah.

Bertato.

Memalsu surat ijin tidak masuk sekolah.

Melakukakan pelanggaranan tatib selama tes / ujian berlangsung dan setelah diperingatkan 3x di setiap mapel tes antara lain dalam bentuk:

a.       bertanya kepada peserta lain dengan cara apapun

b.       menunjukkan hasil pekerjaan / jawaban kepada peserta lain

c.       menyontek dengan segala bentuknya

d.       menerima atau mengirimkan jawaban melalui HP

e.       bersikap tidak sopan

f.        membuat kegaduhan

g.       melihat kanan, kiri atau belakang untuk mencari pertololongan jawaban

Menitipkan ID Card untuk presensi di Anjungan tetapi tidak masuk sekolah.

Membawa HP Berkamera.

Memakai seragam sekolah (celana &/rok) di pinggul

Memakai celanda dengan ukuran bagian bawah < 20 cm dan / > 24 cm bagi siswa putra.

5

5

5

5

10

10

10

10

10

3

4

5

6

5

3

4

10

5

10

5

PELANGGARAN BERAT

N0

JENIS PELANGGARAN

ANGKA DPS

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Membawa senjata api ke sekolah

Melakukan penganiayaan fisik terhadap guru / karyawan/ Kepala Sekolah.

Melakukan kegiatan yang bertentang dengan Pancasila, UUD’45 serta Negara dan Pemerintah.

Melontarkan kata – kata yang tidak sopan terhadap Kepala Sekolah/ Guru / Karyawan.

Menggerakkan perkelahian / unjuk rasa tanpa pemberitahuan ke pihak yang berwajib.

Menyalahgunakan obat – obat narkotika dan minuman keras.

Berkelahi di dalam atau di luar sekolah.

Melakukan tindakan asusila :

1. Pemerkosaan

2. Colak-colek

Mencuri.

Berjudi.

Pemerasan.

Membentuk organisasi pelajar selain OSIS.

Tidak masuk tiga hari berturut – turut tanpa berita yang sah dan orang tua dipanggil tidak memenuhi panggilan.

Membawa senjata tajam atau media porno.

Melakukan pengrusakan / corat – coret.

Mencemarkan nama sekolah :

16.1. Terjaring operasi Pekat (penyakit masyarakat).

16.2. Dimuat di Koran atas tindak kejahatan atau perbuatan asusila.

16.3. Dilaporkan oleh masyarakat atas tindak kejahatan atau perbuatan asusila.

100

100

75

75

50

75

50

100

25

75

50

50

25

25

50

50

75

75

50

 

V.     CARA PENANGANAN

Siswa yang melanggar tata tertib tersebut dilakukan empat tahap tindakan berdasarkan jumlah angka DPS yang diperolehnya, yaitu sbb :

N0

JENIS TINDAKAN

TAHAP

ANGKA DPS

KETERANGAN

1

Pemanggilan orang tua / wali

I

25

Peringatan I

2

Pemanggilan orang tua / wali

II

50

Peringatan II

3

Pemanggilan orang tua / wali

III

75

Peringatan III

4

Pemanggilan orang tua / wali

IV

100

Dikembalikan ke orang tua

 

 

Wonogiri, 15 Februari 2010

Kepala  SMA Negeri 3 Wonogiri

DALIMIN S.Pd, M.Pd

Pembina Tk.I

NIP. 19561106 198102 1 003